Saat musim mudik Lebaran semakin mendekat, volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek dilaporkan mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, tren ini sudah terlihat sejak H-10 hingga H-8 Lebaran 1446 Hijriyah/2025, yaitu dari tanggal 21 hingga 23 Maret 2025. Lonjakan ini menjadi sorotan utama, mengingat fenomena mudik selalu membawa implikasi besar terhadap lalu lintas dan manajemen infrastruktur jalan raya di Indonesia.
Titik Konsentrasi Kendaraan di Beberapa Gerbang Tol
Salah satu gerbang tol yang mencatat peningkatan volume kendaraan signifikan adalah Gerbang Tol (GT) Ciawi 1 yang mengarah ke Puncak, Bogor, Jawa Barat. Di sana, terjadi lonjakan hingga 33,87%, dengan total 116.850 kendaraan melintas, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 87.285 kendaraan. Ini menunjukkan adanya minat besar masyarakat yang berlibur ke kawasan Puncak menjelang Lebaran.
Sementara itu, Gerbang Tol Cengkareng yang mengarah ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga mengalami peningkatan sebesar 4,16%. Selama tiga hari tersebut, tercatat 205.008 kendaraan yang keluar, meningkat dari 196.813 kendaraan pada tahun 2024. Ini mencerminkan peningkatan aktivitas perjalanan udara oleh warga Ibukota menjelang libur Lebaran.
Peningkatan dan Penurunan di Beberapa Wilayah
Di sisi lain, laporan dari Gerbang Tol Cikunir 4 yang mengarah ke Cikampek belum menunjukkan kenaikan volume kendaraan, justru mencatat penurunan sebesar 6%, dari 72.893 menjadi 68.523 kendaraan. Hal ini mungkin terkait dengan pilihan jalur alternatif yang diambil oleh para pengemudi untuk menghindari kemacetan.
Gerbang-gerbang tol lain seperti GT Cileunyi di Jalan Tol Padaleunyi menuju Rancaekek dan Garut menunjukkan kenaikan 24,52%, dari 79.544 menjadi 99.052 kendaraan. Sedangkan volume kendaraan di Gerbang Tol Pasteur menuju Kota Bandung meningkat sekitar 8,21%, mencapai 106.434 kendaraan, dari sebelumnya 98.359 kendaraan di tahun lalu.
Imbauan dan Persiapan untuk Arus Mudik
Dalam menghadapi arus mudik yang meningkat, Jasa Marga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum bepergian. Pengemudi disarankan memastikan kondisi kendaraan mereka dalam kondisi prima, serta memeriksa persediaan bahan bakar dan saldo e-toll untuk memastikan kenyamanan perjalanan.
Pengguna jalan juga diingatkan untuk menggunakan satu e-toll khusus, terutama pada sistem transaksi tertutup seperti Ruas Tol Cipularang, Padaleunyi, dan Jalan Tol JORR II. Pemilihan e-toll yang sama untuk tapping di gerbang tol masuk dan keluar diharapkan dapat memperlancar proses pembayaran dan mengurangi antrean panjang yang kerap terjadi.