WartaExpress

Fenomena Aneh di TPU Karet Bivak : Peziarah Lupa Lokasi Makam Keluarga Mereka !

Ziarah kubur saat perayaan Lebaran menjadi tradisi penting bagi banyak kalangan di Indonesia, khususnya di TPU Karet Bivak, salah satu pemakaman umum yang paling dikenal di Jakarta. Namun, baru-baru ini, sejumlah peziarah mengalami kesulitan yang tak terduga saat mengunjungi pemakaman ini. Banyak di antara mereka yang kebingungan menemukan makam keluarga yang sudah lama tidak didatangi.

Fenomena Lupa Lokasi Makam

Kehilangan orientasi dalam mencari makam yang tepat ternyata menjadi masalah umum di TPU Karet Bivak. Setidaknya 10 peziarah telah mengadu kepada pengurus pemakaman karena merasa kesulitan dalam menemukan makam kerabatnya pada Selasa, 1 April 2025. Fenomena ini terjadi terutama karena jarang dikunjunginya makam sehingga para peziarah lupa akan lokasi pastinya.

Seperti yang diungkapkan oleh Yani, petugas administrasi di TPU Karet Bivak, “Sebagian besar peziarah memang sudah lama tidak berkunjung, jadi mereka lupa lokasinya.”

Peziarah dari Berbagai Daerah dan Luar Negeri

Menariknya, kebingungan tidak hanya dialami oleh warga lokal, tetapi juga oleh peziarah yang berasal dari luar kota bahkan mancanegara. “Banyak peziarah yang berasal dari luar kota, bahkan ada juga Warga Negara Asing (WNA) yang datang untuk berziarah,” lanjut Yani.

Untuk mengatasi kebingungan ini, para peziarah akhirnya meminta bantuan dari petugas pemakaman. Tim administrasi pemakaman menggunakan data yang tersimpan di sistem untuk melacak informasi detail setiap makam, termasuk tanggal wafat. “Biasanya, kami mencari berdasarkan tanggal wafat yang sudah terdaftar di sistem atau buku manual. Ini cukup membantu mereka menemukan kembali makam keluarganya,” jelas Yani.

Kepadatan dan Tantangan Logistik di TPU Karet Bivak

TPU Karet Bivak memiliki luas area yang meliputi 60 ribu petak makam. Dengan jumlah makam yang padat, beberapa petak bahkan diisi oleh dua hingga tiga makam yang berbeda. Hal ini menyebabkan para peziarah semakin sulit untuk mengingat lokasi yang tepat. Kepadatan makam, ditambah dengan minimnya kunjungan rutin, dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan lokasi makam tertentu.

Pada hari Lebaran pertama, TPU ini dipadati oleh ribuan peziarah, mencapai hingga 3.500 orang hingga sore hari. Jumlah ini memang sedikit berkurang dibandingkan dengan hari sebelumnya yang mencapai 7.000 peziarah. Alasan umum dari penurunan ini adalah karena banyaknya orang yang sudah mudik atau memiliki agenda lain.

Pentingnya Catatan Lokasi Makam Bagi Keluarga

Fenomena kebingungan dalam mencari makam ini menunjukkan pentingnya mencatat lokasi makam anggota keluarga bagi mereka yang jarang berkunjung. Dengan adanya catatan atau bahkan meminta bantuan penunjuk sejak awal, diharapkan kesulitan ini dapat dihindari di masa mendatang. TPU Karet Bivak terus berusaha memfasilitasi dengan pendataan yang sistematis, baik secara digital maupun manual, untuk memudahkan para peziarah.

Exit mobile version