Strategi Cerdas Prabowo: Hadapi Tarif Trump Demi Ketahanan Ekonomi Indonesia!

Pada Sabtu malam tanggal 5 April 2025, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini terkait dengan kebijakan tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Strategi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia mencerminkan komitmen yang kuat untuk memperkuat kedaulatan ekonomi negara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Langkah-Langkah Strategis di Tengah Ketidakpastian

Fadli Zon menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo merupakan respons yang tepat dalam menghadapi dinamika perdagangan global. Dengan mengembangkan strategi jangka panjang, tujuan utamanya adalah membangun kemandirian ekonomi nasional. “Kita tidak boleh takut terhadap tekanan global. Justru, inilah saatnya bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan di tengah ketidakpastian dunia,” ujar Fadli dalam keterangan resminya.

Fokus utama dari strategi ini adalah memperluas kemitraan dagang strategis. Indonesia berusaha memperkuat hubungan dengan negara-negara anggota BRICS, ASEAN, dan kawasan Selatan Global lainnya. Menurut Fadli, diversifikasi mitra dagang menjadi keharusan, terutama di tengah ketidakstabilan yang disebabkan oleh perang dagang dan kebijakan proteksionis dari Amerika Serikat.

Memperkuat Kerjasama Ekonomi Regional

Selain itu, Indonesia baru-baru ini telah menandatangani kemitraan ekonomi seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dengan melibatkan 10 negara ASEAN, serta Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru. Kemitraan ini mencakup lebih dari 27 persen perdagangan global. Indonesia juga berupaya untuk bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yang mencakup 64 persen perdagangan dunia.

Beberapa perjanjian dagang lainnya, seperti Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CP-TPP), Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA) juga ikut menjadi bagian dari strategi ini. Fadli Zon mendorong percepatan perundingan kemitraan ekonomi komprehensif dengan berbagai negara dan entitas regional.

Hilirisasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Daya Beli

Strategi berikutnya yang ditekankan adalah percepatan hilirisasi sumber daya alam. Pendirian Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diharapkan dapat mengelola proyek-proyek hilirisasi di sektor-sektor utama seperti mineral, minyak dan gas bumi, perkebunan serta kelautan dan perikanan. “Sebagai negara yang kaya sumber daya, kita tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah. Kita harus menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Fadli.

Strategi ketiga Presiden Prabowo melibatkan peningkatan daya beli masyarakat melalui program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat. Program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82 juta penerima manfaat pada akhir 2025 diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor, serta mempromosikan budaya pangan lokal.

Respon Terhadap Tarif Impor AS

Terkait tarif impor baru dari AS, Fadli menganggap kebijakan tersebut sebagai bentuk unilateralisme baru yang merugikan negara-negara berkembang dan menimbulkan gejolak pasar global. Dengan dukungan ketiga strategi tersebut, Fadli optimis bahwa Indonesia dapat mengatasi dampak negatif dan tetap menemukan peluang dalam situasi ini. “Tarif Trump memang menjadi tantangan, tapi dengan strategi yang tepat, kita bisa menjadikannya peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi bangsa,” pungkas Fadli.