Tragedi Mengagetkan! 5 Anak di Malang Terbakar Saat Eksperimen Petasan Liar!

Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Tunjungsekar, Blimbing, Kota Malang, di mana lima anak mengalami luka bakar serius akibat ledakan petasan pada hari Kamis, 20 Maret 2025. Insiden ini telah menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat mengenai keselamatan anak-anak dan bahaya potensi dari bermain dengan bahan-bahan berbahaya tanpa pengawasan yang tepat.

Kronologi Kejadian

Malam itu, Dimas, salah satu saksi mata, mendengar ledakan yang begitu dahsyat sehingga suaranya terdengar hingga radius 500 meter. “Saat saya mendengarnya, suaranya sangat keras. Saya langsung keluar dan ternyata itu ledakan petasan. Kami segera membantu mengevakuasi para korban,” ujar Dimas keesokan harinya.

Video dari CCTV yang dipasang di sekitar lokasi kejadian memperlihatkan momen ledakan tersebut, diikuti oleh kepulan asap tebal. Tampak anak-anak berlari keluar rumah setelah ledakan terjadi, sementara beberapa menit kemudian warga sekitar keluar untuk membantu dan melihat keadaan sekitar.

Muklis, warga setempat lainnya, menjelaskan bahwa korban-korban tersebut terdiri dari sejumlah anak-anak berusia sekolah dasar dan menengah pertama. Dua dari mereka masih duduk di bangku kelas 3 dan 4 SD, sementara dua lainnya baru memasuki SMP kelas 1. Momen tragis ini bermula ketika seorang anak membeli bahan petasan secara daring, kemudian berujung pada eksperimen mencampur bahan-bahan tersebut tanpa pengetahuan yang memadai.

Detil Kejadian

Awalnya, hanya dua anak yang meracik bahan petasan di sebuah ruang kecil dalam rumah. Rasa penasaran teman-teman mereka akhirnya memanggil tiga anak lainnya untuk bergabung. Kondisi semakin memburuk saat bahan yang diracik dinyalakan dan menghasilkan ledakan tak terkendali. “Dari kelima anak itu, dua di antaranya mengalami luka bakar cukup parah, dengan luka dari kepala hingga tangan, sementara lainnya dari pinggang sampai bawah kaki,” jelas Muklis.

Kabar mengenai insiden ini menyebar luas dan mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Banyak netizen yang turut prihatin dan mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama dalam hal penggunaan bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak.

Upaya Tindakan Lanjut

Menanggapi insiden ini, pihak kepolisian dan pemadam kebakaran setempat segera melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan kronologi dan penyebab terjadinya ledakan. Selain itu, orang tua dan pendidik di sekitar Malang diimbau untuk lebih waspada dan memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya bermain dengan bahan kimia dan bahan bakar yang bisa meledak.

Pemerintah daerah juga berencana untuk meningkatkan kampanye keselamatan dan mengadakan program pendidikan untuk anak-anak terkait bahaya bermain dengan bahan berbahaya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko insiden serupa di masa mendatang.

Kasus ini menjadi pengingat tragis terhadap pentingnya edukasi dan pengawasan orang tua dalam mencegah kecelakaan yang bisa dihindari. Dalam suasana duka ini, masyarakat diajak untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan bergotong royong membantu pemulihan para bocah yang terdampak.