Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, dalam kunjungannya baru-baru ini ke desa Lumbung, Pamekasan, Madura, menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai indikator kunci keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi. Dalam sambutannya, Fauzan menekankan bahwa kolaborasi yang efektif tidak hanya menambah nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, yang merupakan ukuran sejati dari prestasi institusi tersebut.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pendidikan Tinggi
Menjelaskan lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa meskipun sebuah kampus memiliki fasilitas atau program pendidikan yang baik, tanpa kolaborasi yang tepat, upayanya untuk berkembang dapat menjadi stagnan. “Sebagus apapun kampus, kalau tidak pernah berkolaborasi, maka tidak akan menjadi baik. Maka ukurannya sekarang ini ialah seberapa besar kampus itu dapat memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Pernyataannya datang saat ia menghadiri proyek penelitian ‘Menuai Harapan’, sebuah inisiatif kolaboratif antara Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Newcastle University, RMIT University, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Proyek yang mendapatkan dukungan dari Kemitraan Pengetahuan (KONEKSI) ini dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh petani garam di Madura, seperti perubahan iklim dan akses teknologi yang terbatas.
Proyek ‘Menuai Harapan’: Inovasi dan Dampaknya
Proyek ‘Menuai Harapan’ memanfaatkan pendekatan inovatif yang menggabungkan budidaya rumput laut dan produksi garam berbasis tenaga surya. Tujuannya adalah untuk menciptakan potensi ekonomi berkelanjutan di wilayah pesisir Jawa Timur. Fauzan menyoroti bagaimana teknologi ini dapat menjadi solusi atas masalah ketidakstabilan produksi dan kurangnya akses terhadap inovasi teknologi di kalangan petani garam.
Inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan hasil yang bermanfaat seperti produksi rumput laut bernilai tinggi, pemanfaatan energi terbarukan, air berkualitas, dan garam yang lebih baik. Prof. Wahyudi Agustiono dari UTM, yang memimpin proyek ini, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya akan memberikan manfaat lokal tetapi juga menawarkan potensi solusi global untuk berbagai tantangan lingkungan dan ekonomi.
Kolaborasi Lintas Batas untuk Pertumbuhan Ekonomi
Melalui kemitraan antara institusi-institusi tersebut, proyek ini menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas negara dapat mengatasi tantangan bersama sembari mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keberhasilan proyek ini menjadi bukti kuat bahwa dengan kolaborasi dan inovasi, tantangan besar dapat diubah menjadi peluang untuk memacu kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Menutup sambutannya, Fauzan menyatakan bahwa keberhasilan sebuah kampus dalam melakukan kolaborasi bukan hanya soal meningkatkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga seberapa jauh dampak positif yang dapat mereka berikan kepada masyarakat. “Kami berusaha memastikan bahwa setiap aspek proyek memberikan manfaat optimal, tidak hanya bagi petani garam tetapi juga bagi seluruh masyarakat sekitar,” tambah Prof. Wahyudi.